Rajendra Dawadi, kepala Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot, Nepal, berhasil menyelamatkan 900 siswanya dari banjir bandang dengan melakukan evakuasi 10 menit sebelum air menerjang.
Keputusan cepat ini diambil setelah Dawadi menerima beberapa panggilan peringatan dan melihat kedatangan seorang orang tua murid yang panik ingin segera menjemput putrinya. Ia langsung memerintahkan siswa untuk lari ke dataran yang lebih tinggi dan menginstruksikan bus sekolah yang penuh murid untuk berbalik arah.
Banjir besar yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Nepal tersebut telah menelan setidaknya 794 korban jiwa dan menyebabkan 2.426 orang dilaporkan hilang. Bangunan sekolah tempat Dawadi mengajar kini terkubur di bawah lumpur dan puing-puing.
Dawadi menyatakan kebanggaannya atas keputusan tidak menunda evakuasi tersebut, menegaskan bahwa keterlambatan sepuluh menit saja sudah cukup untuk merenggut nyawa seluruh siswa dan dirinya.