Sebuah potret menyayat hati memperlihatkan seekor orangutan yang pingsan akibat kekurangan oksigen dan sesak napas karena dampak dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Untuk menyelamatkan nyawanya, hewan langka tersebut segera mendapatkan pertolongan medis darurat berupa pemberian oksigen melalui selang kecil yang dipasang pada hidungnya.
Selain bantuan oksigen, orangutan tersebut juga diberikan cairan infus untuk mengembalikan stabilitas kondisi tubuhnya yang sangat lemah pasca-terpapar asap pekat.
Peristiwa ini menyoroti secara tragis betapa dahsyatnya dampak bencana karhutla tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi kelangsungan hidup satwa liar di habitat aslinya.