Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyatakan karhutla di enam provinsi lahan gambut masih dalam kategori berat, dengan 186 hektare sedang dipadamkan. Enam provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Selain itu, terdapat 13 kejadian kebakaran di luar enam provinsi prioritas dengan luas lebih dari 400 hektare, namun relatif lebih mudah ditangani karena berada di lahan mineral.
Kondisi terparah terpantau di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, di mana kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan. Di Jambi, titik api baru muncul di Taman Nasional Bukit Sembilan yang sempat menghanguskan 300 hektare, namun kini berhasil ditekan menjadi sekitar 140 hektare. Pemadaman di lahan gambut sangat sulit karena titik api bisa muncul kembali meski hari ini berhasil dipadamkan.
BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menangani dampak kabut asap terhadap kesehatan, termasuk distribusi masker secara masif. Terjadi peningkatan jumlah warga yang sakit akibat paparan asap, dan pelayanan kesehatan terus dimaksimalkan. Fenomena El Nino 2026 yang datang lebih cepat dari siklus biasanya turut memperparah karhutla.
Selama sebulan ke depan, BNPB dan jajaran terkait akan terus bekerja keras memadamkan api dan mendistribusikan peralatan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.