US Secret Service sedang menyelidiki video yang disiarkan lembaga penyiaran negara Iran (IRIB) karena memuat ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump, putra bungsu Presiden Donald Trump.
Video tersebut menampilkan sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat Barron berada dan menawarkan imbalan US$10 juta bagi siapa pun yang berhasil membunuhnya. Sumber penegak hukum menyebut ini merupakan bagian dari rangkaian video Iran yang menargetkan Trump beserta keluarganya.
Juru bicara Secret Service, Nate Herring, mengonfirmasi adanya penyelidikan namun menolak memberikan rincian demi alasan keamanan operasional. Pihaknya juga menegaskan bahwa niat Iran untuk membunuh Trump telah diketahui secara luas dan dilaporkan secara terbuka.
Ancaman ini bermula dari keputusan Trump pada awal 2020 yang memerintahkan serangan udara menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani, sebuah peristiwa yang menjadi titik paling sensitif dalam hubungan antara Washington dan Teheran.