Kelompok Houthi Yaman membantah tuduhan koalisi pimpinan Arab Saudi bahwa mereka menargetkan pembangkit listrik di Madinah, yang memasok listrik ke Masjid Nabawi. Seorang pejabat senior Houthi menyebut tuduhan itu sebagai 'kebohongan' untuk mencoreng citra kelompok.
Juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menuduh Houthi menyerang gardu distribusi listrik Taibah di Madinah awal pekan ini dan menyebutnya sebagai aksi teroris. Sebelumnya pada pertengahan September, Arab Saudi juga menuduh Houthi meluncurkan drone ke Makkah, yang berhasil dicegat.
Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menepis klaim tersebut sebagai kebohongan dan menuding Riyadh menjadikan kebohongan sebagai senjata. Perkembangan ini memicu kekhawatiran di Turki dan Pakistan, yang memiliki perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pidatonya di PBB menegaskan bahwa ancaman terhadap kota suci Makkah dan Madinah adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar.