Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara penerbangan langsung Jakarta-Riyadh setelah Bandara King Khalid di Riyadh ditutup akibat serangan rudal dari kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 300 lainnya, sementara penerbangan ke Jeddah dan Madinah masih berjalan normal. Penerbangan transit melalui Dubai menuju Riyadh dan Jeddah juga dibatalkan, sehingga penumpang terdampak. Bandara Soetta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan makanan ringan, minuman, dan tempat istirahat di Terminal 3, serta mengimbau penumpang memeriksa informasi resmi maskapai. Kementerian Luar Negeri RI mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, dan membatasi perjalanan tidak mendesak, sementara KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi normal.