Konflik enam bulan antara AS, Israel, dan Iran memicu lonjakan beban impor bahan bakar minyak (BBM) global sebesar USD330 miliar atau setara Rp5.859 triliun.
Meski perekonomian dunia berhasil menghindari keruntuhan besar, tekanan biaya energi sangat dirasakan oleh negara-negara berkembang yang bergantung pada impor bahan bakar.
Dampaknya turut merembet ke sektor transportasi, di mana harga bahan bakar pesawat melonjak 70% dibandingkan tahun sebelumnya, memaksa sejumlah maskapai memangkas rute dan menaikkan tarif.
Gangguan ekspor dari kawasan Teluk juga mendorong kenaikan harga pupuk global hingga 44%, memicu peringatan Program Pangan Dunia (WFP) terkait ancaman krisis kelaparan yang berpotensi menimpa puluhan juta orang.