Sebanyak 18.504 personel dikerahkan untuk mengamankan dan melayani aksi unjuk rasa di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat. Pengamanan berlapis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat dan mulai dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB.
Kawasan pengamanan dibagi ke dalam enam zona, mencakup kompleks DPR/MPR, Fly Over Semanggi, Palmerah, hingga Bundaran HI dan Dukuh Atas. Pembagian zona ini bertujuan untuk mengantisipasi konsentrasi massa sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian tidak dibekali senjata api maupun senjata tajam. Hal ini menunjukkan komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif, dan persuasif agar masses bisa menyampaikan aspirasinya dengan aman dan kondusif.
Selain pengamanan massa, personel lalu lintas juga disiagakan untuk melakukan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas secara situasional. Langkah ini diterapkan guna mengantisipasi dampak kepadatan akibat pergerakan atau penutupan ruas jalan oleh massa aksi.