Penelitian terbaru dari Rutgers Health mengungkapkan bahwa mengukur lingkar pinggang lebih akurat dalam mendeteksi lemak tubuh tidak sehat dibandingkan sekadar mengandalkan Indeks Massa Tubuh (BMI). Studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini menyebutkan bahwa BMI sering kali gagal mengidentifikasi obesitas karena tidak mencerminkan komposisi tubuh dan lokasi penyimpanan lemak yang berhubungan langsung dengan risiko kesehatan.
Sebaliknya, lingkar pinggang terbukti memiliki efektivitas setara dengan metode pengukuran tubuh kompleks lainnya. Metode ini juga dinilai jauh lebih praktis dan mudah dilakukan baik oleh klinisi maupun pasien dalam pemeriksaan rutin sehari-hari.
Pengukuran sederhana ini diharapkan dapat menjadi peringatan dini untuk mendeteksi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga kanker sejak dini, sehingga penanganan kesehatan bisa lebih cepat dan tepat.