Studi terbaru yang dipublikasikan di Gastro Hep Advances mengungkapkan bahwa mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung. Hasil penelitian menunjukkan, orang yang minum setidaknya satu minuman dengan pemanis tambahan per hari memiliki risiko 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang meminumnya.
Pola ini ditemukan pada kedua jenis kelamin, di mana risikonya tiga kali lipat lebih tinggi pada wanita dan dua kali lipat pada pria. Menariknya, hubungan antara kanker lambung dan minuman berpemanis tambahan ini tidak terkait dengan infeksi bakteri H. pylori yang sebelumnya dikenal sebagai faktor pemicu.
Selain itu, penggunaan pemanis buatan seperti pada soda diet tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Namun, fruktosa sebagai pemanis utama dalam minuman justru dikaitkan secara positif dengan peningkatan risiko kanker lambung, terutama pada kelompok wanita.
Meski melibatkan lebih dari 112.000 partisipan dari dua studi kesehatan terlama di AS, para peneliti menyerukan studi lebih lanjut. Hal ini dikarenakan penelitian bersifat observasional dan partisipannya didominasi tenaga kesehatan kulit putih, sehingga temuan belum tentu berlaku untuk latar belakang ras, etnis, atau usia lain.