Game 1666: Amsterdam akhirnya resmi masuk Steam Early Access setelah 13 tahun pengembangan panjang. Dibuat oleh Patrice Désilets, mantan sutradara Assassin's Creed 1 & 2, judul ini mengambil latar belakang Amsterdam tahun 1666 yang dipenuhi sihir dan perburuan penyihir. Awalnya bernama 'The Devil's Creed' dan berfokus pada simulasi iblis, konsep game berubah drastis setelah Désilets menirukan TV show 'Lucifer', sehingga fokus bergeser ke tema perburuan penyihir. Protagonis utamanya adalah seorang Wiccan yang dapat berubah menjadi kucing untuk menaklukkan vertikalitas kota. Game ini menampilkan elemen roguelite di mana kemampuan pemain berubah setiap kali mereka gagal, memaksa pemain untuk beradaptasi dengan strategi berbeda. Désilets berharap game ini dapat menarik kembali nuansa masa lalu industri gaming yang lebih kolaboratif. Rilis Early Access ini memberikan pemain sekitar 10-15 jam konten cerita terpusat, dengan target rilis versi 1.0 di akhir tahun depan.