Masalah pada sejumlah penyelenggara pinjaman daring (pindar) seperti Akseleran dan Julo menjadi ujian bagi para pemangku kepentingan terkait pengawasan industri keuangan digital.
Penanganan pindar bermasalah dinilai tidak cukup hanya dengan memberikan sanksi, melainkan harus memastikan deteksi dini agar persoalan tidak meluas dan kepentingan lender serta konsumen dapat terlindungi.
Direktur Evident Institut, Algooth Putranto, menekankan bahwa keberhasilan pengawasan diukur dari seberapa cepat masalah terdeteksi dan perlindungan kepada lender dijalankan, bukan semata pada pemberian sanksi.
Kasus Akseleran diminta dijadikan momentum untuk memperkuat sistem peringatan dini terhadap pindar yang bermasalah secara keuangan atau tata kelola, sehingga dampak buruk bagi lender dapat diminimalisir.