Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti tingkat literasi dan inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa yang masih berada di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi nasional mencapai 69,57% dan inklusi 93,61%, sedangkan kelompok pelajar hanya berada di angka 62,72% untuk literasi dan 92,76% untuk inklusi.
OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98% pada 2045, sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Mengingat data BPS mencatat sekitar 88 juta penduduk Indonesia berada dalam kelompok usia pelajar dan mahasiswa, peningkatan literasi kelompok ini menjadi sangat krusial.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi.