Pemerintah Kota Surabaya telah menempatkan 5.120 tenaga kerja hingga Juli 2026 dari target 8.838 orang sepanjang tahun. Langkah ini bertujuan untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari 4,84 persen menjadi 4,47 persen.
Penempatan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari rekrutmen perusahaan, bursa kerja khusus di SMK dan perguruan tinggi, aplikasi ASSiK, hingga penempatan kerja ke luar negeri. Pendekatan multisaluran ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menghubungkan pencari kerja dengan peluang yang tersedia.
Meski begitu, pencapaian kuantitatif ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai kualitas, kesesuaian keterampilan, dan keberlanjutan dari pekerjaan yang diperoleh. Penurunan angka pengangguran dinilai belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan ketenagakerjaan.
Dengan angkatan kerja yang mencapai 1,64 juta orang, Surabaya menghadapi tantangan besar dalam memastikan kualitas lapangan kerja. Pemerintah kini perlu berfokus pada mutu dan keberlanjutan pekerjaan agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh warga.