Harga tembaga naik sejalan dengan kenaikan saham-saham Amerika Serikat, karena lonjakan saham perusahaan teknologi mengimbangi kekhawatiran atas yield obligasi dan tekanan fiskal di Eropa. Di London Metal Exchange, tembaga menguat hingga 1,3%, melanjutkan tren setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Namun, yield obligasi Treasury 10 tahun kembali naik ke level tertinggi sejak 2002, sementara gejolak politik dan kekhawatiran fiskal Eropa meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai safe-haven, yang berpotensi menekan harga logam.
Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat membebani komoditas dengan menekan investasi dan permintaan konsumen, sedangkan dolar yang lebih kuat membuat tembaga lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.