Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna menilai ekspansi truk listrik di Indonesia tidak akan membebani PT PLN karena peningkatan konsumsi daya masih dalam kapasitas aman pasokan nasional. Menurutnya, tambahan listrik yang dibutuhkan hanya sekitar 5%—10% dari kebutuhan nasional. Adopsi kendaraan berat listrik diprediksi berlangsung bertahap dan tidak serentak, sehingga penambahan beban tidak terjadi mendadak. Saat ini kendaraan listrik berat masih terfokus di Jawa, seiring dengan mayoritas SPKLU yang juga berada di wilayah tersebut.