Komite Eksekutif Presiden Billy Mambrasar mendorong Pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepri untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) khusus bagi pelaku UMKM yang berorientasi ekspor. Hal ini bertujuan untuk menembus pasar internasional sekaligus memperluas perdagangan antardaerah di Indonesia.
Billy menilai pertumbuhan ekonomi Batam yang selama ini ditopang investasi asing dan manufaktur perlu diimbangi dengan penguatan sektor UMKM. Pasalnya, UMKM memiliki keterkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.
Melalui KEK UMKM, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh insentif, kemudahan kepabeanan ekspor-impor, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Di Batam, terdapat lebih dari 75.000 UMKM yang menyerap 156.000 tenaga kerja dengan perputaran uang mencapai Rp9,1 triliun per tahun.
Gagasan ini disambut positif oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi. Ia berharap konsep tersebut dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM serta kesejahteraan masyarakat di Batam dan Kepri.