Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 15.13

Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusi untuk warga di empat kampung lainSerang (ANTARA) - Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) di Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, diwarnai dengan kemeriahan Tradisi Ngeropok yakni momen pembagian berkat dan bingkisan dari ornamen Panjang Mulud kepada masyarakat setempat.Pantauan di lapangan pada Selasa, tampak riuh tawa dan antusiasme tergambar jelas di wajah anak-anak hingga orang dewasa saat Tradisi Ngeropok dimulai.Sebelumnya, ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya dijemput dari rumah ke rumah dan diarak keliling kampung dengan iringan shalawat serta tabuhan marawis.Setibanya di masjid dan usai didoakan bersama, barang-barang tersebut dikemas untuk kemudian memasuki momen puncak Ngeropok yang penuh kehangatan.Baca juga: Akademisi UIN: Maulid Nabi momentum perkuat pendidikan akhlakKetua Penyelenggara Kegiatan Muhammad Robi di Serang, Selasa, mengatakan Tradisi Ngeropok menjadi momen yang paling dinanti-nanti warga. Pada tahun ini antusiasme masyarakat sangat luar biasa sehingga terkumpul ratusan bingkisan."Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusi untuk warga di empat kampung lain," ujarnya.Robi merinci prioritas penerima berkat dari kegiatan ini mencakup anak-anak, pemandi jenazah, ustaz, guru ngaji, dan masyarakat umum, yang membutuhkan.Baca juga: Pangkalpinang gelar "Nganggung" 1.000 dulang rayakan Maulid NabiLebih lanjut ia menambahkan bahwa kemeriahan Ngeropok bukan sekadar ajang kumpul warga, melainkan wujud rasa syukur atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dibalut dengan semangat saling menolong, gotong royong, serta sedekah.Keceriaan tradisi ini turut dirasakan oleh warga. Siti Aminah (45), warga setempat, menceritakan keseruan dan nilai positif saat mengikuti Tradisi Ngeropok bersama tetangganya."Ke seruan saat Ngeropok itu yang selalu bikin kangen tiap tahun. Anak-anak sampai bapak-bapak kumpul semua di jalanan sampai masjid, ketawa bareng, mengharap berkah dari Panjang Mulud. Ini cara kita bersedekah, tapi dengan hati riang gembira, membuat semua warga makin guyub," katanya.Baca juga: KAI Daop I: Hari ini puncak arus balik libur Maulid NabiPewarta: Desi Purnama SariEditor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.