CEO AirAsia, Tony Fernandes, mengkritik kualitas hidangan maskapai pesaing, Singapore Airlines (SIA), melalui unggahan Instagramnya. Ia mengungkapkan terpaksa terbang dengan SIA karena tiket AirAsia habis. Tony menyebut makanan SIA buruk dan jauh lebih rendah dibandingkan menu 'Santan' khas AirAsia yang dianggapnya lebih lezat. Meskipun mengomentari makanan, ia memberikan pujian pada layanan dan koneksi internet SIA yang dinilai sangat bagus. Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari warganet, mulai dari setuju dengan selera kuliner hingga menganggapnya sebagai strategi pemasaran cerdas.