Tiga gunung api aktif di Indonesia meletus pada Selasa malam

Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 23.28
Tiga gunung api aktif di Indonesia meletus pada Selasa malam

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tiga gunung api aktif di Indonesia, yakni Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Semeru mengalami erupsi secara beruntun pada Selasa malam.Berdasarkan data yang diekspose laman resmi Badan Geologi di Jakarta, Selasa malam, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara tercatat mengalami letusan beruntun sebanyak tiga kali dalam kurun waktu beberapa jam.Erupsi Gunung Ibu pertama kali terekam pada pukul 20.36 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak, disusul erupsi kedua pada pukul 20.58 WIT setinggi 500 meter.Gunung Ibu kembali meletus pada pukul 23.11 WIT dengan membubungkan abu vulkanik setinggi 600 meter berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke timur laut dan timur.Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi empat kali, abu capai 500 meterBadan Geologi menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Ibu berada pada tingkat aktivitas Level II (Waspada).Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur meletus pada pukul 21.09 Wita.Letusan gunung ini menyemburkan kolom abu kelabu tebal setinggi 300 meter di atas puncak ke arah barat dan barat laut, dengan amplitudo maksimum seismogram 11 milimeter berdurasi 109 detik. Dan aktivitas vulkaniknya berada pada Level III (Siaga).Pada waktu yang berdekatan, Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi pada pukul 20.33 WIB.Baca juga: Tiga gunung api di Maluku Utara dan NTT meletus pagi iniMeski visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut, Petugas Pemantau Gunung Api Semeru melaporkan getaran erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter serta durasi 235 detik.Gunung Semeru saat ini aktivitas vulkaniknyaberada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.Baca juga: Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguranPewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoEditor: Riza Mulyadi Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Berita Terkait Lainnya