Dewan Pembangunan Nasional Taiwan memproyeksikan populasi negara tersebut akan anjlok menjadi sekitar 12,15 juta jiwa pada tahun 2075, atau turun tajam sebesar 48% dibandingkan tahun 2026.
Penurunan ini dipicu oleh merosotnya angka kelahiran dan jumlah penduduk usia muda, sementara populasi lanjut usia diprediksi meningkat signifikan. Populasi Taiwan sendiri sebenarnya telah mencapai puncaknya di angka 23,6 juta jiwa pada 2019.
Kondisi demografis ini memunculkan kekhawatiran terkait krisis tenaga kerja yang akan kesulitan menopang populasi yang menua dengan cepat.
Selain itu, tingkat kelahiran yang rendah juga berpotensi menjadi tantangan besar bagi pertahanan militer Taiwan di masa depan, mengingat negara tersebut mengandalkan wajib militer untuk menghadapi ancaman dari China.