BMKG mengeluarkan peringatan potensi angin kencang dengan kecepatan 30-50 km/jam untuk sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Agensi ini juga memperingatkan adanya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat musim kemarau.
Kondisi lahan kering di wilayah tersebut turut menjadi faktor pemicu potensi bahaya karhutla tersebut.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem serta ancaman kebakaran.