Kota Yogyakarta memperingati hari jadinya yang ke-270 pada 7 Oktober 2026. Penetapan tanggal ini berakar dari peristiwa boyongan Sultan Hamengku Buwono I menuju keraton baru pada 7 Oktober 1756, yang dalam kalender Jawa bertepatan dengan Kemis Pahing, 13 Sura 1682.
Sejarah Yogyakarta bermula dari Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Pangeran Mangkubumi diakui sebagai raja Ngayogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwono I, dan pada 13 Maret 1755 menetapkan wilayahnya sebagai Ngayogyakarta Hadiningrat.
Sultan kemudian membangun pusat pemerintahan di Hutan Pabringan, antara Sungai Winongo dan Sungai Code, mulai 9 Oktober 1755. Selama pembangunan, ia tinggal sementara di Pesanggrahan Ambar Ketawang, Gamping, hingga keraton selesai hampir satu tahun kemudian.
Peristiwa boyongan pada 7 Oktober 1756 ditandai dengan sengkalan Dwi Naga Rasa Tunggal dan Dwi Naga Rasa Wani yang bermakna persatuan dan keberanian. Momentum ini kemudian dipilih Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai dasar hari jadi kota yang diperingati setiap 7 Oktober.