Kagama Malang Raya Komitmen Peduli Kajoetangan Heritage

Senin, 12 Oktober 2026 pukul 02.00
Kagama Malang Raya Komitmen Peduli Kajoetangan Heritage

Sumber Berita Asli

TIMES Indonesia AI & Berita Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Kagama Malang Raya menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan Kajoetangan Heritage sebagai warisan budaya dan destinasi wisata di Malang. Dalam acara Ngobrol Santai di Rumah Rempang Kajoetangan Heritage, Ketua Kagama Malang Raya Prof Nur Hidayat menyatakan kesiapan organisasi untuk bersinergi dengan berbagai pihak dan memberikan masukan bagi pembangunan daerah. Kajoetangan Heritage memiliki keterkaitan historis dengan alumni UGM, termasuk Budi Fathoni, alumnus Arsitektur UGM yang menjadi penggagas kampung wisata tematik ini. Sejak diresmikan pada 22 April 2019, Kajoetangan Heritage berkembang pesat dengan pendapatan dari tiket masuk yang melonjak dari Rp7 juta menjadi Rp100 juta per minggu. Kawasan ini mencakup empat RW dan menawarkan destinasi seperti Margi Lepen, Makam Mbah Onggo, dan Pasar Krempyeng. Keberhasilan ini didukung sinergi lima elemen: media, komunitas, pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi. Tjandra Purnama Edi, pelaku usaha setempat, menyoroti peran kaos sebagai media pelestarian bahasa Malang dan menekankan proses panjang penuh resistensi dalam membangun kesadaran kolektif warga. Kagama Malang Raya berharap Kajoetangan Heritage menjadi contoh kontribusi alumni UGM dalam menjaga warisan budaya dan memberi manfaat bagi masyarakat. Nur Hidayat menegaskan bahwa Kagama akan terus hadir memberikan kontribusi nyata, sejalan dengan slogan Guyub Rukun Migunani, untuk selalu bermanfaat dan berdampak bagi Malang Raya.

Berita Terkait Lainnya