Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.53

Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas welter (66,7 kg) World Boxing Association (WBA) Rolando Romero sudah mengantongi strategi untuk meredam Teofimo Lopez Jr di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, 22 Agustus mendatang."Salas (pelatih saya) tahu persis bagaimana melatih saya dan apa yang perlu kami kerjakan untuk meraih kemenangan," kata Rolando Romero dalam laporan The Ring yang dipantau di Jakarta, Kamis.Romero akhirnya menemukan lawan yang bersedia dan mampu dalam diri Teofimo setelah negosiasi yang gagal dengan Ryan Garcia, Devin Haney, Manny Pacquiao, dan Conor Benn membuatnya absen selama 16 bulan setelah menjatuhkan dan mengalahkan Garcia melalui keputusan juri.Petinju berusia 30 tahun itu siap untuk pertarungan seru melawan sahabat yang kini menjadi rivalnya, Teofimo. Duel sesama petinju Amerika Serikat itu merupakan laga pertahanan gelar pertama Romero.Ia menjanjikan pertarungan itu menjadi pertarungan penuh aksi dan akan pertarungan terbaik tahun ini. Dirinya dan Teofimo selalu terlibat dalam pertarungan yang menghibur."Kami adalah petarung paling menghibur di dunia dan pastinya promotor diri terbaik di dunia," katanya.Romero yang memiliki rekor 17 kemenangan termasuk 13 knockout (KO) dan dua kekalahan siap mengatakan bahwa tidak ada yang menganggap pertarungan mereka membosankan, seperti beberapa petarung lain yang sering dipuji penggemar.Ia mengatakan dirinya dan Teofimo bukan merupakan petarung yang suka berlari-lari di dalam ring, melainkan suka melakukan agresi.Teofimo adalah mantan juara kelas ringan dan kelas welter ringan yang ingin menjadi pemegang gelar di tiga divisi dengan membawa rekor 22 kemenangan (13 KO) dan dua kekalahan. Petinju berusia 28 tahun itu tampak jauh dari performa terbaiknya pada pertandingan terakhirnya melawan Shakur Stevenson dan kalah telak dengan keputusan bulat .Romero mengatakan dirinya dan Teofimo berteman dan saling mengenal keluarga masing-masing. Namun, ia memilih menyingkirkan semua itu dan fokus memenangkan pertarungan."Saya ingin menjadi anggota Hall of Fame, sama seperti Teofimo. Satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan saling melewati satu sama lain," katanya.Ia mengaku menghadapi laga itu dengan kepercayaan diri tinggi karena memiliki pelatih andal Ismael Salas yang siap membantunya meraih prestasi yang akan menentukan kariernya."Kami selalu memiliki chemistry yang bagus bersama, seperti selai kacang dan jeli. Pada tanggal 22 Agustus, kami akan membuktikan kepada semua orang mengapa tidak ada yang boleh bertaruh melawan kami lagi," katanya.Baca juga: Pacheco siap terjun ke kancah tersulit incar sabuk juara dunia WBAPewarta: Aloysius LewokedaEditor: Irwan Suhirwandi Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.