Islamabad (ANTARA) - Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan dukungan helikopter dan pesawat nirawak/drone untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang desa dan jalur pendakian di wilayah perbatasan Nepal dan China.Menurut laporan media setempat pada Kamis, jumlah korban tewas akibat bencana itu meningkat menjadi 162 orang, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.Banjir tersebut diduga dipicu pecahan besar es dari gletser Himalaya yang runtuh sekitar 20 kilometer di timur laut pos lintas perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi. Berdasarkan citra satelit, pecahan es itu membawa berton-ton es dan bebatuan hingga jatuh ke Sungai Bhotekoshi di bawahnya, demikian lapor The Himalayan Times.Pemerintah Nepal mengatakan pihaknya memindahkan warga yang mengungsi serta mengerahkan militer dan operator helikopter swasta untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.Angkatan Darat Nepal bersama operator helikopter swasta tel...