Pencarian bahtera Nabi Nuh selama ini lebih banyak mengarah ke Gunung Ararat di Turki, namun arkeolog Profesor Ali Akbar menyebut Bukit Judi sebagai kandidat yang lebih kuat berdasarkan Alquran. Menurutnya, penyebutan Gunung Ararat berasal dari Kitab Kejadian dalam Bible, sedangkan Alquran secara spesifik menyebut Bukit Judi sebagai tempat berlabuhnya bahtera. Ali menjelaskan bahwa Bukit Judi dan Gunung Ararat sebenarnya berada dalam satu kawasan pegunungan. Oleh karena itu, penelitian dapat dimulai dari Bukit Judi dengan mempertimbangkan petunjuk Alquran.