Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto mengikuti Rapat Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2027 secara virtual pada Selasa (6/10) untuk memperkuat pemahaman pegawai tentang pentingnya arsip sebagai bagian dari sejarah bangsa.
Rapat tersebut membahas program Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang bertujuan mengidentifikasi, mendata, melestarikan, dan memberikan pengakuan terhadap arsip bernilai penting bagi sejarah, identitas, serta perkembangan Indonesia. Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional Andi Abubakar menegaskan bahwa arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga menjadi identitas bangsa, sumber pembelajaran, landasan kebenaran, dan warisan dokumenter bagi generasi mendatang.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai kriteria arsip yang berpotensi menjadi MKB, termasuk signifikansi sejarah, bentuk atau corak, serta nilai sosial, spiritual, dan komunitas. Proses registrasi mencakup tahapan pengajuan, verifikasi, penilaian, penetapan, pencatatan, hingga sosialisasi, sementara arsip bersignifikansi internasional berpeluang dikembangkan menjadi usulan Memory of the World (MoW) UNESCO.
Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Unggul Sumekto, menyampaikan bahwa arsip merupakan bagian penting dari perjalanan institusi karena merekam pelaksanaan tugas, kebijakan, dan kontribusi organisasi. Keikutsertaan dalam rapat ini menjadi langkah Bapas Purwokerto untuk memperkuat kesadaran pegawai terhadap kearsipan sekaligus mengenali potensi arsip yang memiliki nilai sejarah.