Survei KPK 2026 menunjukkan tingginya kasus menyontek, plagiarisme, dan joki skripsi di perguruan tinggi. Untuk mengatasi ini, Ketua Umum APTISI, Muhammad Budi Djatmiko, mengusulkan konsep 'Pendidikan Bahagia' yang mengurangi ketergantungan pada indeks prestasi. Ia menyarankan perguruan tinggi menerapkan Outcome Based Education (OBE) dengan menilai mahasiswa berdasarkan karya nyata dan produk yang mereka hasilkan sendiri. Budi menjelaskan bahwa metode ini penting untuk mengantisipasi dampak kecerdasan buatan (AI) yang dapat dengan mudah menjawab tugas-tugas sederhana, sehingga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan menghasilkan karya asli.