Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI merespons viralnya 24 atlet tuli yang menggalang dana secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan di Malaysia. Kemenpora menegaskan hanya bisa memfasilitasi atlet yang terafiliasi dengan payung hukum resmi, seperti NPC Indonesia, sedangkan penggalangan dana ini dinilai tak berkoordinasi dengan Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN).
Surono dari Kemenpora menyampaikan anggaran pemerintah diprioritaskan untuk atlet berpotensi yang mendukung target multievent utama seperti Paralimpiade, ASEAN Para Games, dan Asian Para Games.
Sementara itu, Plt. Deputi Budi Ariyanto Muslim menambahkan bahwa turnamen yang hendak diikuti tersebut tergolong festival dan tidak diakui federasi internasionalnya, sehingga tak bisa difasilitasi pemerintah.