Persiapan Asian Games 2026, Ini Peran Strategis Esports Indonesia

Minggu, 27 September 2026 pukul 19.20
Persiapan Asian Games 2026, Ini Peran Strategis Esports Indonesia

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Esports Indonesia memasuki babak baru sebagai instrumen soft power bangsa yang mencakup prestasi, diplomasi, ekonomi digital, dan strategi negara. Deputi Bakom RI Ulta Levenia menegaskan esports bukan sekadar bermain gim, melainkan arena persaingan global yang ditonton ratusan juta orang dengan industri bernilai triliunan rupiah. Ulta menganalogikan esports dengan pertandingan catur Bobby Fischer melawan Boris Spassky pada 1972 yang menjadi simbol persaingan AS dan Uni Soviet di tengah Perang Dingin, menunjukkan arena kompetisi dapat berkembang menjadi ruang pertarungan pengaruh antarnegara. Konteks ini semakin relevan setelah Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum PB ESI periode 2026-2030. Meski latar belakangnya bukan atlet esports profesional, Ulta menilai posisi puncak esports adalah governance position, bukan posisi teknis. Timnas Esports Indonesia tengah bersiap menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dengan target satu emas, tiga perak, dan empat perunggu di delapan nomor yang dipertandingkan.

Berita Terkait Lainnya