Pelatih timnas panjat tebing Indonesia, Judistiro, menyebut perolehan dua medali perunggu pada nomor speed relay di World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 sebagai hasil terbaik yang bisa diraih tim. Dua perunggu tersebut masing-masing dipetik dari nomor U17 putri dan U19 putra.
Pasangan Naura Jasmine dan Keyzia Queenme berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan dengan catatan waktu 18,81 detik untuk merebut perunggu U17 putri. Sementara itu, pasangan Haddan Malik dan Amirul Rizqi unggul melawan Kazakhstan dengan waktu 11,09 detik pada U19 putra.
Meski tim menargetkan medali emas, Judistiro mengapresiasi usaha maksimal para atlet dan menjadikannya sebagai penanda untuk terus berbenah. Ia menekankan bahwa performa para pemanjat masih perlu banyak diasah ke depannya guna membanggakan bangsa.
Turnamen tersebut diikuti oleh 13 atlet yang diberangkatkan oleh PP FPTI, terdiri atas enam atlet putra dan tujuh putri. Timnas Indonesia bertanding dalam kejuaraan kelompok usia U17 dan U19 untuk disiplin speed, lead, dan boulder.