Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmen untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas viralnya 24 atlet tuli yang menggalang dana mandiri Rp700 juta untuk mengikuti kejuaraan internasional.
Plt. Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Budi Ariyanto Muslim menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme khusus dalam menyalurkan pendanaan olahraga dari APBN. Berdasarkan Undang-Undang Keolahragaan, dana hanya dapat disalurkan melalui organisasi olahraga yang diakui secara resmi oleh federasi internasional masing-masing.
Kemenpora menyebut telah mengetahui rencana keberangkatan atlet tunarungu Indonesia ke Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championship 2026 di Penang, Malaysia. Kejuaraan tersebut akan diorganisir oleh Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin).