Legenda Manchester United, Ryan Giggs, merasa aneh melihat kebiasaan pemain sepakbola masa kini yang saling berpelukan sebelum pertandingan. Menurutnya, gestur tersebut tidak biasa dilakukan pada eranya aktif berlaga, di mana pemain biasanya hanya saling menyapa kecuali bertemu teman atau mantan rekan setim.
Giggs menyebut ada perbedaan kultur antara pemain di eranya dan masa kini. Dulu, para pemain cenderung bersitegang satu sama lain meski tetap saling menghormati sebagai sesama atlet. Setelah pertandingan, mereka hanya berjabat tangan dan mengucapkan selamat tanpa keinginan untuk mengenal lawan lebih dekat.
Setelah pensiun pada Juli 2014, Giggs baru menyadari bahwa mengenal pemain rival merupakan aspek penting dalam olahraga. Selama satu dekade terakhir, ia kerap hadir dalam acara bersama wajah-wajah pesaingnya dahulu, seperti Gilberto dan Robert, dan menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang hebat dan menyenangkan.
Giggs merupakan sosok 'One Man Club' yang menghabiskan 23 tahun karier seniornya di Manchester United dengan mencatat 963 penampilan, 168 gol, dan 272 assist.