Timnas Indonesia menghadapi final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand dengan tantangan taktik yang signifikan. Pengamat sepak bola Bung Ropan menyarankan pelatih John Herdman untuk mengubah formasi dari 3-4-3 menjadi 3-5-2. Perubahan ini didasarkan pada kekuatan lini tengah Thailand yang dinilai lebih dominan, sehingga diperlukan komposisi baru untuk menjaga keseimbangan permainan.
Salah satu alasan perubahan formasi adalah kondisi pemain Ole Romeny yang belum sepenuhnya fit. Bung Ropan menyarankan penambahan satu gelandang, khususnya melalui kehadiran Thom Haye, untuk menggantikan peran tersebut. Hal ini dianggap penting mengingat Thailand memiliki pemain kunci seperti Chanathip Songkrasin dan Sarach Yooyen yang berpotensi menguasai aliran permainan.
Strategi ini bertujuan untuk meredam serangan Thailand sejak dari sumbernya. Dengan skema 3-5-2, Ivar Jenner dan Joey Pelupessy dapat bertindak sebagai double pivot, sementara Thom Haye memberikan tambahan kepadatan dan kemampuan distribusi bola. Pendekatan ini diharapkan membantu Indonesia mengontrol sirkulasi bola dan memberikan tekanan yang lebih agresif kepada lawan.
Bung Ropan menilai duel di lini tengah menjadi kunci kemenangan dalam pertandingan final yang diprediksi akan penuh tekanan. Dengan memperkuat peran gelandang, Timnas Indonesia berharap mampu memutus permainan Thailand dan mengambil alih kendali pertandingan. Hal ini menjadi salah satu persiapan strategis sebelum laga bersejarah tersebut berlangsung.