Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa militer Turki saat ini berada pada masa terkuatnya dan menjadi ancaman terbesar bagi Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada Upacara Wisuda Akademi Militer Universitas Pertahanan Nasional di Ankara.
Erdogan menegaskan bahwa Universitas Pertahanan Nasional terus memperkuat posisinya di kancah global. Ia juga mengklaim bahwa industri pertahanan Turki telah meningkatkan tingkat produksi dalam negeri hingga lebih dari 82 persen.
Selain itu, Erdogan menyebut bahwa selama sepuluh tahun terakhir, pihaknya telah membersihkan angkatan darat dan akademi militer dari anggota organisasi yang ia kategorikan sebagai teroris, seperti jaringan Gulen.
Ketegangan antara kedua negara telah meningkat, terlihat dari insiden sebelumnya di mana kapal perang Turki mendekati kapal angkatan laut Israel di Laut Mediterania dan memaksa kapal tersebut mengubah rute.