BRIN bersama UIN Ar-Raniry dan beberapa institusi mitra mengembangkan model konservasi portabel dan berbiaya rendah untuk menyelamatkan manuskrip terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Model ini dirancang agar dapat diterapkan langsung secara in situ di lokasi rawan bencana.
Riset ini memperkenalkan ruang pengering atau chamber portabel sebagai solusi taktis untuk mempercepat penyelamatan manuskrip basah. Metode ini dianggap lebih cepat, efisien, dan mudah dimobilisasi dibandingkan mesin freeze drying yang selama ini digunakan.
Selain penyelamatan fisik, riset juga mencakup pembuatan protokol manajemen risiko bencana hidrologi untuk warisan dokumenter. Sedikitnya 520 manuskrip di sembilan kabupaten/kota di Aceh tercatat mengalami kerusakan akibat bencana.
Para peneliti berharap hasil riset ini dapat didukung dengan dokumen kebijakan, sehingga model konservasi tersebut dapat direkomendasikan dan diterapkan secara lebih luas untuk melindungi warisan budaya di berbagai daerah rawan bencana lainnya.