Latihan Gabungan Keris Woomera 26 berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur pada 13–20 Oktober 2026, menggabungkan sekitar 1.235 personel TNI dan 1.000 personel Angkatan Bersenjata Australia (ADF). Latihan bilateral ini bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan antara Indonesia dan Australia, dengan fokus pada integrasi operasi maritim, pendaratan amfibi, dan latihan tembak langsung untuk menjawab tantangan geografis dan lingkungan di Kawasan Indo-Pasifik.
Komandan Operasi Gabungan ADF, Laksamana Madya Justin Jones AO, menekankan bahwa Indonesia adalah mitra penting dan langgeng bagi Australia, menjadikan latihan ini merupakan kegiatan luar negeri terbesar Australia tahun ini bersama TNI. Seruan kerja sama ini diwujudkan melalui berbagai perangkat assets militer, termasuk kapal HMAS Choules, Perth, dan Stalwart dari Australia, serta korvet kelas Diponegoro dan artilleri dari TNI, serta penerbangan patroli dengan helikopter dan pesawat tempur mutakhir dari kedua negara.
Latihan melibatkan serangkaian aktivitas kompleks seperti pendaratan amfibi di Jawa Timur, tembak langsung dengan Howitzer M777 dan sistem HIMARS, serta integrasi operasi antara Angkatan Laut, Darat, dan Udara. Tim dari kedua negara bekerja berdampingan untuk meningkatkan kemampuan pengerahan pasukan dan daya tangkal terhadap tekanan militer, guna menjamin stabilitas keamanan regional.
Dilaksanakan setiap dua tahun sekali mulai dari 2024, Keris Woomera 26 memperkuat mitranasi strategis RI-Australia. Pengalaman pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi memperkuat kemitraan kedua negara, sekaligus memperkaya kapasitas respons terhadap berbagai skenario keamanan di wilayah Asia-Timur.