Putri Marino, pemeran karakter Pertiwi dalam film 'Empat Musim Pertiwi', mengungkapkan bahwa peran tersebut membantunya memahami pengalaman perempuan secara lebih mendalam. Ia mendalami karakter dengan membaca buku 'Perempuan di Titik Nol' dan berdiskusi dengan sutradara Kamila Andini. Putri menyadari bahwa Pertiwi memiliki sisi kuat dan rapuh, serta belajar tentang kekuatan dan kebersamaan dari film tersebut. Kamila menambahkan bahwa pemahaman pengalaman perempuan juga diperoleh melalui perbincangan dengan para penyintas, dan menekankan bahwa berpihak pada korban membutuhkan implementasi yang sulit.