Jogja Art + Books Festival (JABFEST) 2026 kembali digelar selama dua pekan, 30 September hingga 12 Oktober 2026, di The Ratan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Mengusung tema "Saksi Mata: Ketika Pendangkalan Berkuasa, Pendalaman Harus Bekerja", festival ini menjadi ruang perjumpaan warga dari berbagai latar belakang untuk membaca, mendengar, dan berdebat tentang negara melalui seni dan buku.
Festival menghadirkan delapan program utama, termasuk Ngobrolin Buku, Berbincang, Pidato Kebudayaan, Kuliah (Ora) Umum, Seniman Bicara, Seni + Literasi, dan Bazar Buku. Sejumlah tokoh seperti Alissa Wahid, Martin Suryajaya, Iqbal Damanik, Aris Cipto, dan Saut Situmorang turut ambil bagian, sementara panggung musik diisi oleh Majelis Lidah Berduri.
Pameran seni rupa yang dikuratori Ayos Purwoaji menampilkan karya seniman seperti Aris Prabawa, Agung Kurniawan, Dewa Ngakan Ardhana, dan lainnya, menyoroti isu konflik tanah, komodifikasi budaya, serta rekaman sejarah bangsa. Pengunjung tidak diposisikan sebagai penonton pasif, melainkan bagian dari proses kreatif, dengan bazar buku yang menggandeng 100-150 penerbit independen dan menyediakan 30.000-50.000 judul.
Selama 13 hari penyelenggaraan, JABFEST 2026 didukung Dana Keistimewaan DIY dan terbuka gratis untuk umum setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB hingga 12 Oktober 2026. Jadwal lengkap dan pendaftaran program dapat diakses melalui akun Instagram resmi @jogja.artbooks.fest.