Irama Sepanjang Rel: Bagaimana Venue Musik Tumbuh di Jalur MRT

Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 20.32
Irama Sepanjang Rel: Bagaimana Venue Musik Tumbuh di Jalur MRT

Sumber Berita Asli

tirto.id

Baca di Website Asli ↗
Artikel ini membahas hubungan antara transportasi publik, khususnya MRT Jakarta, dengan perkembangan venue musik di sepanjang jalurnya. Penulis memulai dengan pengalaman pribadinya menonton jazz di Karamel N22, London, yang mudah dijangkau dengan kereta, lalu menarik postulat bahwa kota dengan ekosistem musik hidup pasti memiliki transportasi publik yang baik. Di Jakarta, kehadiran MRT sejak 2019 disebut sebagai game changer, terutama di kawasan Blok M yang sempat mati suri. M Bloc Space hadir hampir bersamaan dan sengaja tidak menyediakan parkir, mendorong pengunjung menggunakan transportasi umum. Kawasan ini kini ramai dengan berbagai acara musik dan dikunjungi 110-120 ribu orang per bulan. Berbagai venue musik baru tumbuh di dekat stasiun MRT, memudahkan penonton seperti Rahayu dan Damianus yang rutin menonton konser tanpa kendaraan pribadi. Namun, tantangan tetap ada, terutama jam operasional MRT yang terbatas sehingga penonton harus mencari alternatif pulang dengan biaya lebih tinggi. Studi di Inggris menunjukkan transportasi publik yang aman, andal, dan beroperasi lebih lama dapat meningkatkan minat menonton konser. Penulis juga membuat visualisasi data 11 venue musik di sekitar jalur MRT, meski tidak semua lahir karena MRT. Kesimpulannya, transportasi publik bukan satu-satunya faktor penentu ekosistem musik, tetapi akses yang mudah dan murah dapat menjadi fondasi penting. Kolaborasi antara pengelola venue, operator transportasi, dan pemerintah diperlukan untuk mendukung Jakarta sebagai kota kreatif yang aktif.

Berita Terkait Lainnya