Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) menyarankan kreator untuk memahami karakteristik audiens dan memilih medium yang tepat dalam mengembangkan karya intellectual property (IP) berbasis karakter di era digital.
Ketua AINAKI Daryl Wilson menyoroti perubahan pola konsumsi konten, khususnya di kalangan anak-anak, yang kini memiliki beragam pilihan screen time dan platform digital melampaui media tradisional seperti komik dan televisi.
Selain itu, pengembangan IP di Indonesia menghadapi tantangan dari sisi ekosistem bisnis. Berbeda dengan Jepang yang memiliki sistem agen dan konsorsium, kreator Indonesia saat ini harus menangani proses kreatif sekaligus aspek bisnisnya sendiri.
Daryl menekankan perlunya keberadaan agen di Indonesia untuk membantu kreator mengelola urusan bisnis, kerja sama, dan legal, sehingga mereka dapat lebih fokus pada penciptaan karya dan pengembangan IP dapat berjalan lebih terarah.