Pemerintah Kabupaten Kuningan bersiap menghadapi musim hujan yang diprakirakan mulai November 2026 di Jawa Barat, dengan fokus pada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan berbasis risiko, bukan reaksi setelah kejadian. Dalam rapat koordinasi lintas sektor, ia meminta penguatan kolaborasi, posko kesiapsiagaan, peran masyarakat, serta pemetaan dan deteksi dini wilayah rawan. Dian juga menegaskan bahwa informasi risiko disampaikan untuk membangun kewaspadaan bersama, bukan menimbulkan ketakutan.