Jalan Panjang Desentralisasi

Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 08.32
Jalan Panjang Desentralisasi

Sumber Berita Asli

Berita Terkini dan Informasi Terbaru Hari Ini - SINDOnews

Baca di Website Asli ↗
Wakil Ketua Badan Supervisi OJK, Candra Fajri Ananda, menyoroti paradoks pembangunan ekonomi Indonesia yang tumbuh namun belum merata. Meski ekonomi pada semester I-2026 tumbuh 5,45 persen dengan PDB mencapai Rp6.552,1 triliun, ketimpangan masih menjadi persoalan nyata. Data BPS mencatat Gini Ratio pada Maret 2026 meningkat menjadi 0,368, menunjukkan ketimpangan yang lebih kuat di perkotaan dibandingkan perdesaan. Kelompok 40 persen penduduk dengan pengeluaran terendah pun hanya menikmati 19,22 persen dari keseluruhan pengeluaran masyarakat. Ketimpangan antarwilayah juga sangat kentara, di mana Pulau Jawa menyumbang 56,47 persen perekonomian nasional. Disparitas kemiskinan pun tajam antarprovinsi, seperti perbandingan NTT (17,50%) dengan Jawa Barat (6,78%). Candra menyimpulkan bahwa ketimpangan di Indonesia bukan hanya soal siapa kaya dan miskin, melainkan juga soal ruang geografis. Hal ini berakar pada kenyataan bahwa modal awal pembangunan memang tidak pernah terdistribusi secara merata di seluruh Nusantara.

Berita Terkait Lainnya

Jalan Panjang Desentralisasi - Ekonomi Bisnis - Feedify